Local Democracy and the Challenge of Legitimacy: The Study of Voter Participation in the 2024 Merangin Regional Election in Rantau Limau Manis Village, Tabir Ilir District
DOI:
https://doi.org/10.33019/.v8i1.386Kata Kunci:
Demokrasi lokal, legitimasi elektoral, partisipasi pemilih, pemilihan lokalAbstrak
Artikel ini mengkaji fenomena rendahnya partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merangin tahun 2024, dengan fokus khusus pada Desa Rantau Limau Manis di Kecamatan Tabir Ilir yang mencatat tingkat partisipasi hanya sebesar 33,99%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab sosial, politik, dan struktural dari sikap apatis pemilih serta dampaknya terhadap legitimasi tata kelola demokrasi lokal. Dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan pemilih setempat, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi politik, pilihan rasional, dan legitimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekecewaan politik, hubungan yang kurang baik antara kandidat dan pemilih, serta minimnya pengetahuan politik menjadi penyebab utama rendahnya partisipasi. Meskipun secara hukum hasil pemilihan tetap sah menurut aturan KPU, tetapi secara praktis hasil tersebut kurang memiliki legitimasi sosial. Studi ini membuktikan bahwa representasi substantif tidak serta-merta menjadi hasil langsung dari demokrasi prosedural di tingkat lokal. Dengan menyoroti fakta bahwa partisipasi politik lokal lebih dipengaruhi oleh keterlibatan budaya dan kepercayaan komunal dibandingkan struktur politik tingkat nasional, analisis pada tingkat mikro ini menawarkan perspektif baru dalam studi pemilu di Indonesia. Guna memulihkan kepercayaan terhadap lembaga penyelenggara pemilu dan memperkuat demokrasi partisipatif di wilayah pedesaan, diperlukan pendidikan politik yang kontekstual dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.
Unduhan
Referensi
Ahmad, J., Herdiawanto, H., & Harjudin, L. (2023). Transformation of the political struggle model at the village level due to the fight for village fund resources: A case study of village head elections before and after the enactment of UU Desa Number 6 of 2014. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 36(1), 141–155. https://doi.org/10.20473/mkp.V36I12023.141-155
Al Izzati, R., Dartanto, T., Suryadarma, D., & Suryahadi, A. (2024). Direct elections and trust in state and political institutions: Evidence from Indonesia's election reform. European Journal of Political Economy, 85, Article 102572. https://doi.org/10.1016/j.ejpoleco.2023.102572
Almond, G. A., & Verba, S. (1963). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Princeton University Press.
Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Democracy for sale: Elections, clientelism, and the state in Indonesia. Cornell University Press.
Asrifai. (2020). The impact of simultaneous local elections (Pilkada) for the achievement of democratic consolidation in the election of governors and deputy governors of Central Sulawesi. Jurnal Bina Praja, 12(2), 167–179. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.167-179
Asshiddiqie, J. (2005). Hukum Tata Negara dan Pilar-pilar Demokrasi. Konstitusi Press
Asshiddiqie, J. (2006). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Konstitusi Press
Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia. (2024). Peraturan Bawaslu Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tahun 2024. Bawaslu RI.
Blais, A. (2000). To vote or not to vote: The merits and limits of rational choice theory. University of Pittsburgh Press.
Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia.
Campbell, A., Converse, P. E., Miller, W. E., & Stokes, D. E. (1960). The American voter. University of Chicago Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
De Sousa, L., Da Cruz, N. F., & Fernandes, D. (2021). The quality of local democracy: an institutional analysis. Local Government Studies, 49(1), 1–29. https://doi.org/10.1080/03003930.2021.1882428
Downs, Anthony (1957). An Economic Theory of Democracy. New York: Harper.
Frontiers in Political Science. (2025). Democracy and local governance: Accountability and representation in the post-decentralization era. Frontiers Media SA.
Habermas, J. (1997). Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy. Polity Press
Heller, P. (2001). Moving the state: The politics of democratic decentralization in Kerala, South Africa, and Porto Alegre. Politics & Society, 29(1), 131–163. https://doi.org/10.1177/0032329201029001006
Hemafitria, H., Novianty, F., & Fitriani, F. (2021). Partisipasi politik dalam pemilihan umum kepala daerah di Desa Perapakan Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 37–51. https://doi.org/10.26418/jppkn.v2i1.45310
Isra, S. (2020). Lembaga negara: konsep, sejarah, wewenang, dan dinamika konstitusional. Rajawali Pers.
Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kementerian Sekretariat Negara.
Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Kementerian Sekretariat Negara.
Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada. Kementerian Sekretariat Negara.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2020). Laporan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. KPU RI.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2024). Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. KPU RI.
Lijphart, A. (1997). Unequal participation: Democracy's unresolved dilemma. American Political Science Review, 91(1), 1–14. https://doi.org/10.2307/2952255
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. MKRI.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Norris, P. (2011). Democratic deficit: Critical citizens revisited. Cambridge University Press.
Norris, P. (2013). The new research agenda studying electoral integrity. Electoral Studies, 32(4), 563–575. https://doi.org/10.1016/j.electstud.2013.07.015
Pahrudin, H. M. (2017). The study of government's role for welfaring rubber farmer in the globalization vortex. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(2), 117–131. https://doi.org/10.22146/jsp.30436
Pahrudin, H. M., Mustawa, A., Nugroho, R., & Halim, A. (2022). The implementation of Pertisun as a policy innovation in absorbing public aspirations in Merangin Regency. Journal of Government and Civil Society, 6(1), 89–103. https://doi.org/10.31000/jgcs.v6i1.5776
Putra, H. S. (2017). Determinants of vote buying in local head election in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 9(2), 205–218. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.205-218
Raharusun, A. (2017). Local election and reinforcement democracy in the Indonesian state system. Papua Law Journal, 2(1), 1–25. https://doi.org/10.31957/plj.v2i1.594
Supriatna, E. (2017). Beginner voter's behavior: Study of the simultaneous regional elections at Karawang Regency, West Java. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 6(2), 107–117. https://doi.org/10.22202/mamangan.1964
Surbakti, R. (2010). Memahami ilmu politik. Grasindo.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. (2016).
Verba, S., Nie, N. H., & Kim, J. O. (1978). Participation and political equality: A seven-nation comparison. Cambridge University Press
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Salman Salman, Pahrudin HM, Burlian Senjaya, Hatta Abdi Muhammad

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.




