Military Participation in Water Security: A Case Study of the Manunggal Air Program in Ayunan Village, Bali (2022–2024)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/.v8i1.381

Kata Kunci:

Hubungan sipil-militer, Keamanan air, Pembangunan berkelanjutan, Program Manunggal Air

Abstrak

Ketahanan air merupakan isu pembangunan berkelanjutan yang semakin penting, khususnya di wilayah pedesaan dengan akses air bersih yang terbatas dan tidak menentu secara musiman. Desa Ayunan di Kabupaten Badung, Bali, mengalami kekurangan air yang berulang setiap musim kemarau. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melaksanakan program Manunggal Air untuk mengembangkan infrastruktur air bersih dan memperkuat ketahanan air masyarakat. Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk partisipasi militer dalam program tersebut, dampaknya terhadap ketahanan air lokal, serta tantangan-tantangan yang memengaruhi pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan personel TNI AD, aparat desa, dan masyarakat penerima manfaat, yang dilengkapi dengan observasi lapangan dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi militer meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh air, serta mendukung kegiatan pertanian. TNI AD berkontribusi tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, termasuk pompa air, penampungan air, dan jaringan distribusi, tetapi juga melalui koordinasi antarlembaga, mobilisasi masyarakat, dan penguatan kapasitas lokal. Namun demikian, program ini masih menghadapi keterbatasan terkait kapasitas pompa, distribusi air yang tidak merata, pendanaan pemeliharaan, serta belum adanya mekanisme pengelolaan jangka panjang yang terlembagakan secara jelas. Penelitian ini berargumen bahwa program Manunggal Air merepresentasikan perluasan hubungan sipil–militer ke ranah keamanan non-tradisional dan keamanan manusia (human security). Studi ini juga menggambarkan bentuk tata kelola kolaboratif, di mana institusi militer, pemerintah desa, dan masyarakat lokal secara bersama-sama mengatasi persoalan ketidakamanan air. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian hubungan sipil–militer dengan menunjukkan bagaimana partisipasi militer dalam pembangunan sipil dapat mendukung keamanan manusia apabila disertai dengan keterlibatan masyarakat, koordinasi kelembagaan, dan pengelolaan lokal yang berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Cavallo, A., & D’Angelo, M. (2022). Beyond relief: Military involvement in humanitarian and development contexts. Disasters, 46(3), 645–664. https://doi.org/10.1111/disa.12500

Chotimah, C., & Holland, S. (2025). Rural water governance and inequality in Indonesia: Challenges for SDG 6 implementation. Journal of Environmental Policy and Planning, 27(1), 45–62. https://doi.org/10.1080/1523908X.2024.1234567

Gleick, P. H. (2014). Water, drought, climate change, and conflict in Syria. Weather, Climate, and Society, 6(3), 331–340. https://doi.org/10.1175/WCAS-D-13-00059.1

Huizinga, J. (2020). The military and climate adaptation: Emerging roles in humanitarian assistance. Global Policy, 11(5), 635–644. https://doi.org/10.1111/1758-5899.12861

Huntington, S. P. (1991). The soldier and the state: The theory and politics of civil-military relations. Harvard University Press. (Original work published 1957)

Janowitz, M. (1960). The professional soldier: A social and political portrait. Free Press.

Kurniawan, T. A., Setiadi, S., & Al-Balushi, A. (2022). Water governance challenges in Indonesia: Towards sustainable and inclusive solutions. Environmental Science and Policy, 136, 38–49. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2022.06.004

Mietzner, M. (2021). The Indonesian military’s role in politics: Guardianship, bargaining, and contestation. Contemporary Southeast Asia, 43(2), 192–214. https://doi.org/10.1355/cs43-2b

Schillinger, J. (2020). Militaries and the politics of resource security: Emerging roles in climate adaptation. Third World Quarterly, 41(7), 1150–1168. https://doi.org/10.1080/01436597.2020.1758303

Singh, B. (2022). Civil–military dynamics in Indonesia: Continuity and change under democratic governance. Asian Security, 18(3), 241–259. https://doi.org/10.1080/14799855.2021.1990634

Sutama, I. K. (2021). Rural water access and resilience in Bali: Socioeconomic implications of seasonal scarcity. Jurnal Manajemen Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 11(2), 197–208. https://doi.org/10.29244/jpsl.11.2.197-208

UN-Water. (2023). Summary progress update 2023: SDG 6 — water and sanitation for all. United Nations.

U.S. Department of Defense. (2023). Defense Climate Adaptation Plan 2023. Washington, DC: Department of Defense.

Windia, W., & Dewi, R. K. (2020). Subak and Tri Hita Karana: Balinese local wisdom in sustainable water management. Udayana University Press.

Diterbitkan

2026-07-31

Terbitan

Bagian

Research Articles

Cara Mengutip

Military Participation in Water Security: A Case Study of the Manunggal Air Program in Ayunan Village, Bali (2022–2024). (2026). Journal of Political Issues, 8(1), 13-25. https://doi.org/10.33019/.v8i1.381