PERAN PEMILIH PEMULA DALAM PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF

  • Agam Primadi Magister Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • David Efendi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Sahirin Sahirin Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan
Keywords: Pengawasan, Elektoral, Pendidikan Politik, Inovasi, Voluntir

Abstract

Undang UndangĀ  No. 7 tahun 2017 pasal 101 telah mengamanatkan Badan Pengawas Pemilu sebagai badan yang bertugas mengawasi proses demokrasi elektoral mulai dari Pemilihan Legislatif (PILEG), Pemilihan Kepada Daerah (PILKADA), dan Pemilihan Presiden (PILPRES). Sebagai dadan yang diamatkan secara konstitusional dalam hal pengawasan pemilu, sebuah inovasi dibutuhkan dalam meningkatkan nilai guna pengawasan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas. Paper ini akan menjelaskan praktik inovasi Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan dalam pengawasan pemilu dan mendorong partisipasi publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, dengan mendayagunakan data primer yang juga didapatkan dari aktivitas partisipatif tim penulis. Paper ini memyimpulkan bahwa inovasi diwujudkan melalui program kelas pengawasan pemilu dengan merumuskan agen pengawasan pemilu partisipatif di seluruh kecamatan sangat efektif meningkatkan partisipasi dan kesadaran politik pemilih khususnya pemilu pemula.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almond, G. (1993). The Study of Political Culture. In D. A. Berg-Schhlosse, Political Culture in Germany (p. 15). New York: St. MArtin's Press.

Diamond, L. a. (2003). Multi-Track Diplomacy: A System Approach to Peace. London: Kumarian Press.

Firmanzah. (2010). Persaingan, Legitimasi Kekuasaan, dan Marketing Politik. Jakarta: Erlangga.

Fortin-Ritterberger, J. e. (2017). The Costof Electoral Fraud: Establishing the Link Between Electoral Integerity, Winninng an Election, and Satisfication with Democracy. Hournal of Elections Public Opinion and Parties 27 (3), 350-368.

Gaffar, A. (1999). Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Giddens, A. (2003). The Costitution of Society: Teori Strukturasi untuk Analisis Sosial. Pasuruan: Pedati.

Marsh, D. a. (2002). Theory and Methods in Political Science. New York: Palgave McMillan.

McIntyre, A. (2008). Participatory Action Research: Qualitative Research Methods Series 52. New York: Sage University Press.

Priyambudi, S. (2009). Deepening Democracy In Indonesia? Direct Elections for Local Leaders (Pilkada). Singapore: ISEAS Publishing.

Surbakti, R. d. (2008). Perekayasaan Sistem Pemilihan Umum untuk Pembangunan Tata Politik Demokratis. Jakarta: Kemitraan Bagi Tata Pemerintahan di Indonesia.

Suswantoro, G. (2016). Pengawasan Pemilu Partisipatif. Jakarta: Erlangga.

Published
2019-07-24
How to Cite
Primadi, A., Efendi, D., & Sahirin, S. (2019). PERAN PEMILIH PEMULA DALAM PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF. JPI: Journal of Political Issues, 1(1), 63-73. https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.7